Menambatkan Hatimu Di Bumi Papua dengan Nokia Lumia 1020

“Wisata ke surga terakhir di Dunia’, ungkapan ini terasa janggal, tetapi memang benar, ungkapan tersebut dapat anda nikmati dalam arti yang sesungguhnya dan akan menjadi kenyataan ketika anda berkunjung ke Kepulauan Raja Ampat. Kepulauan yang terletak di barat laut Provinsi Papua Barat ini dalam beberapa tahun terakhir bisa dikatakan sebagai most-destinated place bagi wisatawan lokal maupun asing. Bagi anda yang tinggal di ibukota seperti Jakarta, akses ke Raja Ampat sering menjadi kendala, namun percayalah bahwa semua perjuangan anda akan terbayar ketika anda menginjakkan kaki di salah satu provinsi paling ujung di Timur Indonesia ini.

Adalah Nokia Indonesia dan SimPATI dari Telkomsel, dua raksasa penyedia layanan Komunikasi nirkabel tanpa batas di Indonesia yang berani memberikan tiket wisata menuju “Last Paradise on Earth” (Mengambil istilah warga sekitar) ini secara gratis. Dengan berbekal Nokia Lumia 1020, Smartphone dengan teknologi pencitraan terbaik di dunia, rasanya tidak ada yang lebih pas untuk mencoba kehebatan sensor kamera 41 Megapiksel ini selain membawanya ke Raja Ampat.

Kesempatan yang tak akan terulang lagi ini diwujudkan oleh Tamasya Hati, sebuah organisasi non-profit yang tujuan utamanya adalah tidak hanya untuk menjelajahi dan memperkenalkan keindahan alam di pelosok Indonesia, tetapi juga keinginan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang lokal disetiap tempat yang dikunjungi, dan membagikan kebahagiaan itu kepada dunia melalui foto, video dan juga cerita. Bersama Arbain Rambey (Fotografer professional, jurnalis di Harian Kompas), Gemala Hanafiah (Surfer,diver dan blogger) dan 25 orang lainnya termasuk saya yang dilengkapi Nokia Lumia 1020 akan mencoba dan membuktikan kehebatan sensor kamera 41 Megapiksel Nokia Lumia 1020 yang tak tertandingi lewat program TamasyaHatiCM5 “Share different stories of Raja Ampat with Nokia –SimPATI”.

 

Transportasi dan Akomodasi

Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dengan tujuan Sorong Papua. Perjalanan ditempuh selama 4 jam menuju Bandara Dominie Eduard Osok, Sorong. Setibanya di Sorong tak lupa saya langsung mengubah waktu pada jam tangan 2 jam lebih cepat dari waktu Jakarta, karena manajemen waktu adalah hal yang sangat penting dalam acara travelling seperti ini. Setelah mengunjungi Pasar tradisional Remu sebagai awal perjalanan saya dengan Nokia Lumia 1020, kami berisitrahat untuk menikmati makan siang di pinggir pantai Sorong, Perjalanan berlanjut menuju Kepulauan Raja Ampat. Perjalanan ditempuh selama 3 Jam menggunakan Chartered-Boat yang sudah dikoordinasikan sebelumnya oleh panitia. Tujuan kami adalah Doberai Eco Resort di Urai Island, tempat dimana selama 5 Hari 4 Malam kami akan menginap.

 

Kearifan Budaya Lokal dalam Genggaman

Momen-momen dimana kami bisa merekam kearifan budaya lokal dengan kamera 41 Megapiksel dari Nokia Lumia 1020, sesungguhnya adalah destinasi utama kami di Raja Ampat kali ini.

Desa Saporkren, salah satu desa yang menawarkan spot pengamatan burung Cendrawasih, dengan 30 menit trekking di pagi hari menuju bukit pengamatan, anda memiliki kesempatan untuk mengamati keindahan burung cendrawasih yang merupakan ikon provinsi Papua ini.

Kampung Sawinggrai, sebuah kampung nelayan yang memiliki keindahan pantai dan keramahan masyarakat setempat. Kampung ini menyajikan keindahan wisata bawah laut bagi anda para penyelam dan penikmat wisata snorkeling. Untuk kegiatan snorkeling, keindahan fauna laut sungguh dapat anda rasakan dan nikmati langsung cukup dengan berbekal google dan kamera yang dilengkapi casing underwater yang anda miliki. Di kampung ini anda juga dapat menikmati jasa home stay. Keindahan sunset di Kampung Sawinggrai-pun tidak luput oleh kami sebagai penutup hari. Berbekal kamera 41 Megapiksel dari smartphone Nokia Lumia 1020 semua momen keindahan matahari yang terbenam dapat direkam dengan baik.

Teluk Kabui merupakan salah satu spot menarik untuk dikunjungi di Raja Ampat. Akses dapat ditempuh melalui perjalanan laut selama 45 menit menggunakan speed boat dari Doberai Eco resort. Pulau-pulau karang/Atol yang memiliki bentuk yang menarik, bisa dijadikan objek bagi anda penikmat fotografi.

 

Cultural Diversity of Raja Ampat

Dengan kondisi geografis yang merupakan wilayah kepulauan dan wilayah paling Barat dari rangkaian kepulauan pulau besar New Guinea (Tanah Papua), Kepulauan Raja Ampat menjadi daerah yang secara antropologis dan linguistis, merupakan daerah yang mendapat sebutan keberagaman daerah (area of diversity).

Istilah keberagaman ini sangat tepat dipakai untuk menggambarkan situasi budaya dan bahasa yang merupakan perpaduan antara budaya dan bahasa asli Raja Ampat dengan budaya dan bahasa yang dibawa oleh suku-suku lain, baik  dari wilayah lain di Papua maupun luar Papua. Perpaduan budaya xserta bahasa ini, telah terjadi sejak berabad-abad lalu yang merekatkan hubungan antara suku-suku yang berada di wilayah pasifik barat dan Asia Timur.

Kawe, adalah salah satu sub suku Maya Papua di Raja Ampat yang mendiami wilayah bagian barat pulau Waigeo, berbatasan dengan suku Wawiay di Utara Pulau Waigeo. Sub suku Kawe, merupakan kelompok suku asli Waigeo. Kelompok suku ini bermukim di beberapa kampung, beberapa kampung suku Kawe yang menjadi destinasi kami adalah Kampung Wawiay dan Kampung Bianci.

Kampung Wawiay masih merupakan pemukiman yang didominasi oleh suku Kawe, disini kami mengadakan bakti sosial dan penyuluhan kesehatan bagi anak-anak usia dini dan sekolah dasar, seperti bagaimana mencuci tangan dengan air bersih, dan juga cara menyikat gigi yang baik dan benar.

Sedangkan Bianci merupakan kampung yang heterogen dan populasi orang Kawe yang tergolong sedikit karena kebanyakan dari penduduk kampung Bianci adalah Muslim pendatang dari Ternate, Makassar dan Jawa. Di Kampung ini rombongan TamasyaHatiCM5 menyempatkan diri memberikan bantuan dari Majelis Ta’lim Telkomsel dan amal jariyah dari Tim Tamasya Hati.

 

Wayag Island, The Phenomenal Spot of Raja Ampat

Kepulauan Wayag bisa disebut sebagai jantung keindahan pariwisata Raja Ampat. Untuk mencapai daerah ini, memang dibutuhkan biaya yang cukup mahal. Rombongan juga diberi akses oleh panitia TamasyaHatiCM5 menggunakan boat untuk mencapai Kepulauan Wayag yang biasa disewa dengan kisaran harga 6 – 8 juta per kapal. Perjalanan menggunakan boat ini ditempuh selama 2,5 sampai 3 jam tergantung pada kondisi cuaca dan arus laut. Setibanya di Kepulauan Wayag, seketika mata terpana dan hati tergetar oleh keindahan panorama Wayag yang amat sangat luar biasa. Sekumpulan gugusan karst dan keindahan panorama bawah laut sekejap menghapus rasa jenuh lamanya perjalanan.

Wilayah ini merupakan salah satu objek fotografi terbaik yang pernah ada. Untuk mencapai titik tertinggi dan spot fotografi terbaik di Wayag, memang butuh perjuangan yang luar biasa. Dibutuhkan pendakian karang dan menembus hutan setinggi 150 meter dengan kemiringan sekitar 70 sampai 80 derajat, ditambah dengan tidak adanya petunjuk arah maupun alat bantu pendakian, sepenuhnya nasib anda berada pada setiap pijakan dan raihan kaki dan tangan anda. Namun percayalah, setibanya anda di atas bukit, anda serentak akan berteriak merayakan segala perjuangan pendakian anda dengan tatapan luas terhadap hamparan Attols yang menyerupai jamur-jamur yang menyembul dari kejernihan laut di pulai Wayag. 360 derajat panorama surga dunia ada di depan mata anda. Disinilah Kemampuan lensa kamera Nokia Lumia 1020 diuji, dengan sensor 41 Megapikselnya, saya sudah membuktikan ketajaman dan kemampuan perbesaran resolusi tinggi ini hingga 3 kali lipat!

Luar biasa, indahnya alam yang dimiliki bumi Papua, Indonesia. So mengapa harus ke negeri orang, sedangkan negeri kita masih banyak destinasi wisata yang belum kita gali potensinya.

“Kalau bukan kita yang peduli dan bangga akan keindahan negeri ini, siapa lagi?” – Tamasya Hati

Seluruh foto diambil dengan Kamera Nokia Lumia 1020

 

Salam,

Prassprasetio

 

No Comments

Post A Comment