ENCOUNTERS : Pertemuan yang menggelisahkan Rony Zakaria

Sore itu 15 maret 2013, matahari sudah hampir terbenam di langit Jakarta, gerimis yang mengguyur Jakarta sejak siang tidak menghalangi langkah untuk menghadiri malam pembukaan pameran foto tunggal dan peluncuran buku foto sahabat saya Rony Zakaria yang bertajuk ENCOUNTERS di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Disambut dengan poster besar seekor monyet yang terlihat sedang berteriak memamerkan gigi taringnya, saya melangkahkan kaki memasuki Galeri 2 lantai tersebut. 32 foto hitam putih sudah siap menyambut antusiasme pengunjung yang rata-rata adalah penggiat fotografi dan pekerja media di Indonesia. Di lantai 2, ingatan visual kolektif saya terhadap foto “Stray Dog” karya Daido Moriyama dihadirkan kembali oleh Foto Anjing yang dijadikan poster raksasa oleh Rony Zakaria.

Ekspresi Kesenyapan dan kegelisahan-lah yang saya rasakan ketika melihat kembali buku foto ENCOUNTERS yang ada ditangan saya.
Foto-foto seperti siluet manusia yang berdiri di bibir pantai Kuta Bali, Lelaki yang dengan sengaja merogoh payudara seorang wanita di sebuah diskotik malam di Bali, Debur ombak yang memecah sebuah pantai di Thailand, siluet seekor kucing ditengah keremangan malam, beberapa lelaki didepan mesin judi dingdong, anjing yang menyalak, monyet yang berteriak dll seakan menghimpun semua subjektifitas kegelisahan Rony pada karya-karyanya. Imaji-imaji perjalanan yang sesekali terlihat sangat puitis dan ganjil mungkin memang gaya ekspresif seorang Rony Zakaria dalam merekam konten fotografinya selama 7 tahun ia bekerja sebagai fotografer lepas.

“Foto-foto ini diambil saat saya sedang berjalan-jalan didalam kota, atau hal-hal yang tidak sengaja saya temui saat tengah bepergian. Mereka adalah snapshot yang ‘disuguhkan’ kepada saya. Bagi saya, foto-foto ini sama seperti buku harian visual, koleksi emosi yang saya rasakan saat saya mengarahkan kamera saya unutk merekam apa yang saya lihat. Mereka adalah tanda mata, sebuah peringatan agar saya selalu merayakan dinamika kehidupan,” Tandas Rony.

ENCOUNTERS adalah “buku harian visual” seorang Rony Zakaria, tetapi ketika dihadirkan kepada khalayak ramai seluruh perayaan ini akan menjadi kritik visual penikmatnya. Hal teknis seperti kualitas cetak foto untuk dipamerkan dan buku yang dibanderol dengan harga Rp 160.000, detail akan sangat diperhatikan. Saya menemukan beberapa foto yang dipamerkan seperti terlepas dari quality checking, lihat saja foto siluet manusia di pantai Bali itu, kebetulan foto ini merupakan foto favorit saya. Saya menemukan hollow area disekujur siluet manusianya. Kualitas Kertas bukunyapun seakan membuat saya ‘ejakulasi dini‘. Sangat disayangkan, Rony Zakaria yang karya-karyanya sudah pernah diterbitkan oleh jurnal, majalah dan surat kabar lokal dan Internasional sebut saja International Herald Tribune, Time Asia, The Wall Street Journal, The New York Times, The Jakarta Post sepertinya tidak banyak mendapatkan masukan dari pihak yang mendukung perayaan terhadap karya-karya visualnya.

api, Seperti yang diutarakan Oscar Motuloh pada catatan akhir buku ENCOUNTERS ini, “Rony sekonyong-konyong menyeruak di antara imaji-imaji konvensional yang keburu melekat pada otak belakang dalam memori ingatan kita”.

Pikiran-pikiran dan catatan kecil dari seorang Gayatri Chakravorty SpivakVikram Seth serta tokoh dan karakter ciptaan Haruki Murakami yang disisipkan di buku ENCOUNTERS ini, merupakan potongan pijar api visual yang mendorong Rony Zakaria terus berkarya.

 

No Comments

Post A Comment